Haid, Mandi Wajib dan Tata Caranya

Pengertian Haid, Pengertian Mandi Wajib, Hal yang di larang Wanita Haid, Tata Cara Mandi Wajib.

Salah satu tanda perempuan telah baligh diantaranya adalah keluarnya darah haid. Selanjutnya darah haid tersebut akan selalu keluar secara teratur setiap bulan dari rahim perempuan. Lamanya waktu haid bagi masing-masing perempuan berbeda, dan sangat dipengaruhi oleh kondisi perempuan haid itu sendiri. Artinya bagi perempuan yang sudah mengalami haid, kalian harus lebih mengetahui apakah itu haid? 

tanda perempuan telah dewasa atau baligh salah satunya keluar darah haid
hadi pada remaja

Nah, untuk lebih jelasnya  tentang materi haid, maka kita akan membahas tentang pengertian haid,  batas waktu haid, hal-hal yang dilarang bagi perempuan haid, hukum mandi besar setelah haid, dan tata cara mandi wajib.               

فَاِذَ اَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَ ةَ،وَاِذَااَدْبَرَتْ فَاغْسِلِيْ عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّيْ . رواه ابن ماجه

Artinya :
Jika kamu sedang haid maka tinggalkanlah sholat dan jika telah selesai maka mandilah dan bersihkan darah itu serta sholatlah”. ( HR. Ibnu Majah dari Aisyah : 613 )

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنِّسَاءِ اَلَيْسَ اِذَاحَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ ؟ قُلْنَ بَلٰى: قَالَ فَذٰ لِكُنَّ مِنْ نُقْصَانِ دِيْنِهَا.  رواه البخارى
Artinya :
Nabi SAW berkata kepada beberapa perempuan, “Bukankah perempuan haid itu tidak sholat dan tidak puasa ?”Jawab perempuan-perempuan yang hadir itu, “ Ya benar “ kata Rasulullah “Itulah kekurangan agama perempuan”. ( HR. Bukhari )

1. Pengertian Haid


Menurut bahasa haid artinya mengalir, sedangkan secara istilah fiqih adalah darah yang keluar dari rahim perempuan yang sudah baligh dalam batas waktu tertentu. Haid disebut juga menstruasi atau datang bulan. Haid menjadi tanda bahwa seorang perempuan telah mencapai usia baligh yang mengakibatkannya hukum-hukum taklifi seperti kewajiban menjalankan shalat fardlu dan puasa Ramadhan.

Namun  tidak semua darah yang keluar dari rahim perempuan dinamakan haid, akan tetapi ada juga yang dinamakan darah istihadah (darah penyakit) dan darah nifas yaitu darah yang keluar setelah melahirkan.

2. Batas Waktu Haid


Batas waktu haid yang dialami perempuan berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena perbedaan siklus dan kondisi tubuh masing-masing perempuan. Biasanya perempuan mulai haid pada umur 9 tahun, dan akan berhenti dengan sendirinya pada usia sekitar 60 tahun atau yang disebut dengan masa menopause ( masa berhentinya haid ).

Adapun batas waktu haid yang dialami perempuan minimumnya satu hari satu malam, maksimalnya 15 hari dan pada umumnya dialami selama 6 sampai 7 hari. Pada umumnya masa haid adalah 6 atau 7 hari. Hal tersebut berdasarkan ucapan Nabi Muhammad SAW kepada Hamnah binti Jahsi r.a. yang artinya : “ Kamu haid 6 atau 7 hari dalam pengetahuan Allah SWT, kemudian mandilah, dan apabila kamu merasa telah suci maka shalatlah 24 malam atau 23 malam beserta siangnya dan berpuasalah karena itu semua memberikanmu pahala. Demikian juga pada setiap bulan sebagaimana lazimnya perempuan yang haid dan sebagaimana lazimnya mereka suci karena kebiasaan saat-sat haid dan sucinya”. (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ahmad dan Attarmidzi dan mensahihkannya ).

3. Hal – hal yang dilarang  bagi wanita haid 


Perempuan yang sedang haid berarti dalam keadaan hadats besar, oleh karenanya dilarang untuk melakukan hal-hal berikut :
a. Melaksanakan Salat
Wanita yang sedang haid, dilarang mengerjakan salat wajib atau salat sunah. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW :
اِذَ اَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَ ةَ . رواه البخارى
Artinya :
Apabila datang haid, maka tinggalkanlah salat. ( HR. Bukhari )


b. Puasa
Wanita yang sedang haid dilarang melaksanakan puasa wajib maupun puasa sunah tetapi apabila telah suci dari haid maka diperintahkan mengqada puasa wajibnya, sedangkan shalatnya tidak diqada.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنِّسَاءِ اَلَيْسَ اِذَاحَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ ؟ قُلْنَ بَلٰى: قَالَ فَذٰ لِكُنَّ مِنْ نُقْصَانِ دِيْنِهَا.  رواه البخارى
Artinya :
Nabi SAW berkata kepada beberapa perempuan, “Bukankah perempuan haid itu tidak sholat dan tidak puasa ?”Jawab perempuan-perempuan yang hadir itu, “ Ya benar “ kata Rasulullah “Itulah kekurangan agama perempuan”. ( HR. Bukhari )

c. Tawaf
Perempuan yang sedang haid dilarang melaksanakan tawaf ketika menunaikan  ibadah haji atau umroh.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits sebagai berikut :
اِذَاحِضْتِ،فَافْعَلِيْ مَايَفْعَلُ اْلحاَجُّ غَيْرَ اَنْ لاَ تَطُوْفِيْ بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِيْ. رواه البخارى
Artinya :
Jika kamu haid maka kerjakan ibadah sebagaimana yang dikerjakan jama’ah haji kecuali tawaf di Baitullah sehingga suci. ( HR.Al Bukhori : 94 ).

d. Menyentuh Mushaf dan membaca Al Qur’an
Allah SWT berfirman dalam surat Al Waqi’ah ayat 79 :
لاَّيَمَسُّهُۤ اِلاَّ اْلمُطَهَّرُوْنَ. الواقعه : ۷۹
Artinya :
Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan ( QS.  Al Waqi’ah : 79 ).

Disamping dilarang menyentuh Al Qur’an, perempuan haid juga tidak diperbolehkan membaca  Al Qur’an baik dengan kata-kata maupun dengan isyarat.
Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, sebagai berikut :
لاَيَقْرَأُ اْلجُنُبُ وَاْلحَائِضُ شَيْأً مِنَ الْقُرْاٰنِ. رواه ابن ماجه
Artinya :
Orang junub dan haid tidak boleh membaca sesuatupun dalam Al Qur’an.
( HR. Ibnu Majah dari Ibnu Umar : 588 )

e. I’tikaf di  Masjid
Bagi perempuan haid juga orang junub dilarang masuk masjid atau melakukan melakukan i’tikaf ( berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah ) .


Rasulullah SAW  bersabda :
لاَ اُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلاَجُنُبٍ. رواه أبوداود
Artinya :
Saya tidak menghalalkan masjid untuk orang haid dan junub.
( HR. Abu Daud dari A’isyah : 201 ).

Para Ulama Asy-Syafi’iyah dan al Hanabilah membolehkan bagi perempuan haid dan nifas sekedar numpang lewat di masjid, jika yakin tidak mengotorinya.
f. Bersetubuh
Pasangan suami istri haram melakukan hubungan suami istri saat istri sedang haid, harus menunggu sampai istri kembali suci.
Sebagaimana firman Allah SWT :
وَلاَ تَقْرَ بُوْ هُنَّ حَتَّى يَطْهُرْ نَ  (البقرة :٢٢٢)                                                   
Artinya :
Dan janganlah kamu dekati mereka sebelum mereka suci. (Q.S. Al Baqarah : 222)

g. Bercerai
Suami tidak boleh menceraikan istrinya saat sedang haid, suami harus menahan dulu talaknya sampai istrinya selesai haid.

4. Tata Cara Mandi Setelah Haid
Mandi setelah haid disebut mandi wajib atau mandi besar. Mandi besar bagi perempuan setelah haid wajib hukumnya. Oleh karena itu perempuan yang telah berhenti haid segera melaksanakan mandi besar, agar badan bersih dan suci. Adapun tujuan mandi wajib untuk membersihkan dari hadats besar dan dapat melaksanakan shalat dan ibadah kembali.
Sesuai dengan sabda Nabi SAW :

عَنْ عَا ئِشَةَ قَالَتْ : قَالَ اَلنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلََّمَ                                 
فَاِذَا اَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَ عِى الصَّلاَةَ وَاِذَا ااَذْ بَرَتْ فَاغْتَسِلِى وَصَلّىِ  (رواه البحارى)
Artinya :
Dari Aisyah ia berkata, Nabi SAW telah bersabda : Apabia datang haid hendaklah engkau tinggalkan shalat dan apabila habis haidnya, hendaklah mandi dan salat. (H.R. Al Bukhari)


Tata cara mandi wajib menurut para ulama dibagi menjadi dua yaitu  fardlu (wajib) dan sunah .
Adapun mandi wajib yang fardlu adalah sebagai berikut :
a. Niat untuk mensucikan diri dari hadats besar
      Niat adalah keinginan hati untuk menghilangkan hadas besar (haid) dengan mandi.
b. Menyiram air keseluruh tubuh sampai rata.
c. Mengalirkan air ke jari – jari dan rambut.
Sedangkan yang disunahkan dalam mandi wajib adalah sebagai berikut :
a. Membaca basmallah bersamaan dengan niat mandi
b. Membersihkan kedua telapak tangan sebelum memasukan ketempat air
c. Menghilangkan kotoran yang ada pada badan
d. Membersihkan kemaluan atau beristinja’
e. Berwudlu dengan sempurna sebelum mandi
f. Mencelupkan kedua tangan ke dalam air dan siramkan air ke akar- akar rambut kepala
g. Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali dan mengguyurkannya keseluruh tubuh
h. Mendahulukan anggota badan sebelah kanan
i. Tidak meminta tolong kepada orang lain kecuali ada udzur
j. Tidak berbicara kecuali ada kebutuhan
k. Mandi dilakukan di tempat yang tidak terkena percikan air mandi
Adapun tata cara mandi wajib urutannya adalah sebagai berikut :
a. Membaca basmallah
b. Membaca niat untuk menghilangkan hadas besar
c. Berwudlu sebelum mandi
d. Kemudian mengguyur air ke seluruh tubuh dan menggosok-gosok seluruh anggota tubuh terutama bagian kemaluan hingga bersih sampai baunya hilang.
e. Mengguyur kepala dan rambut sampai merata ke kulit kepala lebih utama menggunakan shampo.
f. Lakukan pembersihan secara urut semua anggota badan sampai bersih dengan mendahulukan anggota badan yang kanan dari pada yang kiri.

Diantara kalian ada yang sudah mengalami datang bulan bukan ? Setelah mengetahui tata cara mandi besar dari haid, maka sekarang kalian sudah dapat melakukan mandi wajib dengan benar setelah haid berhenti.

Sebagai seorang remaja putri harus mengetahui dan mencermati masa-masa haid, agar dapat diketahui masa sucinya dan dapat membedakan antara darah haid dengan darah kotor/penyakit. Jika ternyata sudah habis waktu haidnya, maka bersegerlah untuk mandi wajib atau mandi besar dengan benar agar salatnya sah dan diterima oleh Allah SWT.
Dan karena kalian sudah paham tentang haid, maka ketika pertama kali mengalami haid jangan takut.


Subscribe to receive free email updates: