Kerjasama Negara di Kawasan Asia Tenggara

Kerjasama Negara Di Kawasan Asia Tenggara


Pada materi pembelajaran ini, kita diajak untuk mengetahui kerja sama antar negara di kawasan Asia Tenggara. Mengapa materi ini penting untuk di pelajari? Tentu sangat penting, karena negara Indonesia berada di Kawasan Asia Tenggara. Keberadaan sebuah negara, tidak lepas dari kepentingan-kepentingan di sebuah kawasan.

Dirumah tempat tinggal pun kita memiliki tetangga. Keberadaan tetangga sangat penting. Karena tetanggalah yang lebih mengetahui keadaan rumah kita sehari-hari. Mereka akan sukarela menolong kita saat kita dalam kesulitan. Tentu jika kita bersikap baik kepada tetangga. Sebuah negara pun demikian, sepertihalnya negara Indonesia. Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara, sebuah kawasan yang cukup strategis. Karena kawasan ini berada di jalur pelayaran laut yang ramai.
Negara tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan negara lain. Negara lain, khususnya negara-negara terdekat atau negara-negara tetangga, memiliki peranan yang penting, bagi kelangsungan kehidupan bernegara di sebuah kawasan.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara saat ini berjumlah sebelas negara. Negara-negara tersebut antara lain; Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filiphina, Brunei Darrusalam, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Timor Leste. 

Sekilas tentang profil negara-negara di Asia Tenggara


Negara Indonesia
Indonesia merupakan negara terluas yang berada di kawasan Asia Tenggara. Negara Indonesia wilayahnya berupa daratan atau kepulauan dan perairan. Luas daratan dan lautan wilayah Indonesia adalah 1 : 3. Dengan demikian wilayah Indonesia lebih luas wilayah yang berupa perairan. Dengan alasan tersebut sering kali negara Indonesia disebut negara Maritim. 
Dalam sejarahnya negara Indonesia dijajah bangsa Belanda kurang lebih tiga setengah abad. Dan tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Indonesia tercapai. 
Jakarta adalah ibukota negara Indonesia.Pemimpin pemerintahannya adalah Presiden, dengan bentuk pemerintahan Republik.  Mayoritas penduduk memeluk agama Islam. 

Malaysia
Negara Malaysia merupakan negara federasi , yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah persekutuan. Malaysia beribukota di Kuala Lumpur, dan Putrajaya merupakan pusat pemerintahan persekutuan. 
Wilayah Malaysia dipisahkan menjadi dua kawasan, yaitu kawasan Malaysia Barat dan Malaysia Timur.  Kawasan Malaysia timur berada di pulau Kalimantan. 

Thailand
Thailand merupakan satu-satunya negara yang tidak pernah di jajah oleh bangsa asing.  Negara ini berbentuk kerajaan, dengan kepala negaranya adalah raja. Sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Sebagian besar penuduk Thailand menganut agama Budha. 

Singapura
Singapura merupakan negara terkecil di kawasan Asia Tenggara. Negara ini berbentuk Republik Parlementer, denga Presiden sebagai Kepala Negara, dan Perdana Menteri yang menjalankan pemerintahan. Singapura merupakan negara dengan ekonomi terbaik di kawasan ini.

Brunai Darrusalam
Negara dengan ibukota Bandar Sri Begawan, bentuk pemerintahannya adalah Monarki Absolut. Negara ini terletak di Pulau Kalimantan, berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia Timur. Brunai merupakan negara maju, karena ditopang oleh kekayaan minyak dan gas bumi yang melimpah. 

Filiphina
Filiphina merupakan negara kepulauan seperti halnya negara Indonesia, namun dengan luas wilayah yang lebih sempit dari negara Indonesia. Pulau-pulau yang terbesar diantaranya adalah pulau Mindanao, dan pulau Luzon. Negara Filiphina sering terjadi gempa bumi, karena negara ini terletak di deretan pegunungan Sirkum Pasifik yang bersifat vulkanis. Negara ini berbentuk Republik 

Vietnam
Negara Vietnam berbatasan dengan negara-negara Cina di sebelah utara, disebelah barat berbatasan dengan negara Laos, dan Kamboja, di sebelah selatan dan timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Bentuk negara Vietnam adalah Republik sosialis, dengan Kepala Negaranya adalah preside, dan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri.Vietnam beribukota di Hanoi.

Kamboja
Negara ini berbatasan dengan Thailand, di sebelah barat dan Laos di sebelah Utara , sedangkan disebelah timur dan selatan bebatasan dengan negara Vietnam dan Laut Cina Selatan. Bentuk pemerintahan negara Kamboja adalah kerajaan. Negara dipimpin oleh seorang raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Mayoritas penduduk negara Kamboja memeluk agama Budha. 

Laos
Laos merupakan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang tidak memiliki wilayah laut. Karena letaknya berada ditengah-tengah negara lain. Bentuk pemerintahan negara Kamboja adalah kerajaan. Negara dipimpin oleh seorang raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Mayoritas penduduk negara Kamboja memeluk agama Budha. 

Myanmar
Dulu negara Myanmar ini dikenal dengan sebutan Burma. Myanmar merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang paling barat. Myanmar berbatasan disebelah barat dengan negara India dan Bangladesh. Bentuk negara republik dengan kepala negara seorang presiden, sedangkan kepala pemerintahan seorang perdana menteri. Mayoritas penduduknya beragama Budha.

Timor Leste
Negara ini terletak di sebelah timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Timor Leste dulu sempat menjadi provinsi Indonesia. Negara ini berbentuk Republik. Timur Leste dulu sempat menjadi jajahan Portugis. 

Jika dilihat dari letak geografisnya, kawasan asia Tenggara merupakan daerah yang strategis.  Kawasan ini merupakan kawasan yang ramai karena terletak di jalur lalu lintas perdagangan internasional. Hal ini mengakibatkan sangat mudahnya pengaruh asing masuk ke negara-negara yang berada di kawasann ini. Pengaruh-pengaruh yang masuk ada yang bernilai baik ada juga yang bernilai buruk. Pengaruh yang baik akan ikut mempercepat perkembangan kawasan Asia Tenggara menjadi kawasan yang maju dan mampu bersaing dengan kawasan lainnya. Sebaliknya pengaruh yang buruk akan menghambat upaya yang dilakukan negara-negara di kawasan ini untuk mememperoleh kemajuan. 

Oleh karena itu, negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara harus mengadakan kerja sama untuk mencegah pengaruh buruk yang datang dari kawasan lain.Kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara ditujukan untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang maju dan kuat. Oleh karena itu, berbagai bentuk hubungan kerja sama tengah dijalin oleh negara-negara di Asia Tenggara. Kerja sama antar negara-negara Asia Tenggara pada umumnya meliputi kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Sejarah Perkembangan ASEAN

asean

Sebelum ASEAN  dibentuk  di kawasan Asia Tenggara terbentuk sebuah  organisasi yang bernama  Persatuan Asia Tenggara (Association of Southeast Asia atau ASA) yang anggotanya terdiri dari Filipina, Malaysia dan Thailand pada tahun 1961. Dari organisasi ASA inilah merupakan cikal bakal pembentukan ASEAN sekarang. Akibat daripada pembentukan Malaysia pada 16 September 1963, terjadi pertikaian antara Indonesia dan Filipina yang menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini karena mereka menganggap bahwa Sabah dan Sarawak merupakan bagian dari wilayah Filipina dan Indonesia. Akibat pertikaian tersebut di Indonesia munculnya slogan Ganyang Malaysia yang membawa kepada permusuhan pada tahun 1965-1966 antara Indonesia dan Malaysia. Selepas selesainya permusuhan tersebut tersebut, semua negara-negara Asia Tenggara bersepakat untuk mewujudkan kesepahaman dengan mendirikan organisasi yang melindungi kepentingan bersama.Maka, pada 8 agustus 1967, lima Menteri Luar Negeri negara Asia Tenggara mengadakan pertemuan di Bangkok Thailand. Kelima menteri luar negeri itu adalah:
1. Adam Malik (Indonesia)
2. Narciso R. Ramos (Filipina)
3. Tun Abdul Razak (Malaysia)
4. S. Rajaratnam (Singapura)
5. Thanat Khoman (Thailand).
Pada akhir pertemuan tersebut lahirlah Deklarasi Bangkok yang menandai berdirinya Association of South East Asian Nations (ASEAN).

Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 8 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal
23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 30 April 1999. Dengan demikian hingga saat ini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara- negara anggota ASEAN:
1. Filipina (negara pendiri)
2. Indonesia (negara pendiri)
3. Malaysia (negara pendiri)
4. Singapura (negara pendiri)
5. Thailand (negara pendiri)
6. Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
7. Vietnam (28 Juli 1995
8. Laos (23 Juli 1997)
9. Myanmar (23 Juli 1997)
10. Kamboja (30 April 1999)

b. Tujuan ASEAN
Piagam Deklarasi Bangkok merumuskan tujuan pembentukan ASEAN, yaitu:
1. mempercepat pertumbuhan, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
2. meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hokum meningkatkan kerjasama yang aktif dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi
4. saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian
5. meningkatkan kerjasama di bidang pertanian, industri, perdagangan dan jasa, serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka.
6. memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-organisasi internasional dan regional

Untuk mencapai tujuan tersebut setiap negara anggota ASEAN harus memegang teguh prinsip-prinsip:
1. Hormat terhadap kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara 
2. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan luar, subversif atau konversi dari luar
3. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai 
4. Menolak penggunaan militer
5. Kerjasama efektif antara anggota
Perhatikan lambang ASEAN berikut ini!

Struktur Organisasi ASEAN

Untuk mencapai maksud dan tujuan ASEAN, maka disusunlah struktur organisasi ASEAN. Menurut deklarasi Bangkok, struktur organisasi ASEAN adalah sebagai berikut:
1. ASEAN Ministerial Meeting (sidang tahunan para menteri)
2. Standing Committe
3. Komite-komite tetap dan khusus
4. Sekretariat nasional ASEAN pada setiap ibu kota negara-negara anggota
ASEAN

Pada KTT di Bali tahun 1976, susunan organisasi ASEAN mengalami perubahan
sebagai berikut:
1. Summit Meeting (pertemuan para kepala pemerintahan). Pertemuan ini merupakan kekuasaan tertinggi dalam ASEAN
2. Annual Ministerial Meeting (sidang tahunan para menteri luar negeri). Sidang ini akan memeriksa dampak politis dari keputusan-keputusan ASEAN.
3. Sidang para menteri ekonomi. Sidang ini diselenggarakan setiap dua kali dalam setahun. Dalam sidang ini dibahas rumusan kebijaksanaan dan koordinasi yang khusus menyangkut masalah kerja sama bidang ekonomi, juga menilai hasil-hasil yang telah diperoleh komite-komite yang ada di
bawahnya.
4. Sidang para menteri lainnya (non-ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menyangkut bidang masing-masing seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lain-lain.
5. Standing committee. Badan ini tugasnya membuat keputusan dan menjalankan
tugas perhimpunan diantara dua buah sidang tahunan para menteri luar negeri. Dalam perkembangannya komite ini diperluas dengan Direktur Jenderal ASEAN dari negara-negara anggota, yang sebelumnya disebut Sekretaris Umum Sekretariat Nasional ASEAN
6. Komite-komite ASEAN. Komite permanen ASEAN ada dua bidang, yaitu bidang ekonomi dan non-ekonomi.

Logo ASEAN

Warna Emblem - biru, merah, putih dan kuning - mewakili warna utama dari puncak keadaan semua negara anggota ASEAN.biru mewakili perdamaian dan stabilitas. Red menggambarkan keberanian dan dinamisme, kemurnian menunjukkan putih dan kuning melambangkan kemakmuran.Batang padi di tengah Lambang merupakan mimpi dari Founding Fathers ASEAN untuk ASEAN yang terdiri dari semua negara di Asia Tenggara, terikat bersama dalam persahabatan dan solidaritas.Lingkaran merupakan kesatuan ASEAN

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah konferensi puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun 2001. Sejak dibentuknya ASEAN telah berlangsung 12 kali KTT resmi dan 4 KTT tidak resmi:
1. KTT ke-1 di Bali-Indonesia, tanggal 23-24 Februari 1976
2. KTT ke-2 di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 4-5 Agustus 1977
3. KTT ke-3 di Manila-Filipina, tanggal 14-15 Desember 1987
4. KTT ke-4 di Singapura, tanggal 27-29 Januari 1992
5. KTT ke-5 di Bangkok-Thailand, tanggal 14-15 Desember 1995
6. KTT Tidak Resmi ke-1 di Jakarta-Indonesia, tanggal 30 November 1996
7. KTT Tidak Resmi ke-2 di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 14-16 Desember 1997
8. KTT ke-6 di Hanoi-Vietnam, tanggal 15-16 Desember 1998
9. KTT Tidak Resmi ke-3 di Manila-Filipina, tanggal 27-28 November 1999
10. KTT Tidak Resmi ke-4 di Singapura, tanggal 22-25 November 2000
11. KTT ke-7 di Bandar Seri Begawan-Brunei Darussalam, tanggal 5-6 November 2001
12. KTT ke-8 di Phnom Penh-Kamboja, tanggal 4-5 November 2002
13. KTT ke-9 di Bali-Indonesia, tanggal 7-8 Oktober 2003
14. KTT ke-10 di Vientiane-Laos, tanggal 29-30 November 2004
15. KTT ke-11 di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 12-14 Desember 2005
16. KTT ke-12 di Cebu-Filipina, Desember 2006.

Bentuk Kerja Sama Negara-negara ASEAN


Kerja sama negara-negara ASEAN diselenggarakan dalam berbagai hal. Secara garis besar, kerja sama tersebut meliputi bidang politik, ekonomi dan social budaya. Berikut ini dipaparkan bentuk kerja sama negara-negara ASEAN.

1. Bidang Politik
Kerja sama dalam bidang politik ditujukan untuk memajukan perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara dengan meningkatkan kemajuan kawasan ini. Bentuk-bentuk kerjasama dalam bidang politik diantaranya dapat dilihat dalam:
a. Pembentukan kawasan damai, merdeka, dan netral (Zona of Peace, Freedom and Neutrality/ZOPFAN) di Kuala Lumpur pada tanggal 27 November 1971. pemebentukan ZOPFAN dimaksudkan untuk mencegah adanya campur tangan pihak luar, sehingga negara-negara ASEAN dalam melaksanakan pembangunan masing-masing dalam suasana damai.
b. Perjanjian Persahabatan dan Kerja sama (TAC) di Asia Tenggara yang ditandatangani di Bali pada tanggal 24 Februari 1976. Perjanjian ini diantaranya berisi tentang larangan campur tangan dalam urusan dalam negeri masing-masing, kewajiban menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan sebagainya.
c. Perjanjian kawasan bebas senjata nuklir Asia Tenggara yang ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995. perjanjian ini bertujuan untuk menjadikan Asis Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir.
d. Penetapan Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tanggal 15 Desember 1997. Visi ASEAN 2020 merupakan tujuan yang akan dicapai oleh ASEAN pada tahun 2020, yaitu terciptanya satu komunitas ASEAN dan rangkaian upaya-upaya untuk tercapainya tujuan tersebut.
e. Deklarasi ASEAN Bali Concord II yang ditandatangani pada tanggal 7 Oktober 2003 di Bali. Dalam deklarasi ini ditetapkan bahwa komunitas ASEAN berdasarkan pada tiga pilar, yaitu komunitas keamanan, komunitas ekonomi dan komunitas sosial budaya. Komunitas Keamanan ASEAN (Asean Security Community/ASC) merupakan tindak lanjut kerja sama pada bidang politik dan keamanan. ASC membawa kerja sama politik dan keamanan antar-negara anggota ASEAN ke tingkat yang lebih tinggi dengan tujuab untuk menciptakan suatu kawasan yang bebas konflik. Kalaupun terjadi konflik akan diselesaikan secara damai tanpa
menggunakan kekerasan atau ancaman.

2. Bidang Ekonomi
Kerja sama dalam bidang ekonomi dimaksudkan tuntuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada KTT ASEAN ke- 9 tahun 1992 di Singapura, dihasilkan suatu kerja sama ekonomi yang mengarah pada perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara (ASEAN Free
Trade Area/AFTA) yang dilaksanakan mulai tahun 2003. pelaksanaan AFTA ditujukan untuk mewujudkan perkembangan ekonomi yang lebih cepat di kawasan Asia Tenggara. Saat ini kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN meliputi bidang:
a. perdagangan
b. investasi
c. industri
d. pelayanan keuangan
e. pertanian
f. kehutanan
g. energi
h. transportasi dan komunikasi
i. usaha kecil dan menengah
j. pariwisata

3 Bidang Sosial Budaya, diantaranya:
Kerja sama dalam bidang sosial budaya dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup dengan melibatkan partisipasi aktif dari semua kalangan terutama perempuan, pemuda dan masyarakat lokal. Kerja sama ini antara lain dalam bidang kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, pengembanganbudaya dan penanganan masalah sosial. Bentuk kerja sama dalam bidang ini
diantaranya dilakukan melalui program pertukaran pelajar, pertukaran misi
kebudayaan

Sekertariat ASEAN

Dalam menjalankan program-program ASEAN sebagai organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara maka dibentuk sekertariat. Sekretariat ASEAN didirikan pada bulan Februari 1976 oleh Menteri Luar Negeri ASEAN pada saat itu dan diputuskan bertempat di kota Jakarta, Indonesia. 

Moto ASEAN

“ Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komuniatas”
Daftar Nama Sekjen ASEAN
1. Hartono Rekso Darsono, masa jabatan 5 Juni 1976 s.d 18 Februari  1978, asal Indonesia
2. Umarjadi Notowijono, masa jabatan 19 Februari 1978 s.d 30 Juni 1978, asal Indonesia
3. Datuk Ali Bin Abdullah, masa jabatan, 10 Juli 1978 s.d 30 Juni 1980, asal Malaysia
4. Narciso G. Reyes, masa jabatan, 1 Juli 1980 s.d 1 Juni 1982, asal Filiphina
5. Chan Kai You, masa jabatan, 1 Juli 1982 s.d 15 Juli 1984, asal Singapura
6. Phan Wanamethee, masa jabatan, 16 Juli 1984 s.d15 Juli 1986, asal Thailand
7. Roderick Yong, masa jabatan 16 Juli 1986 s.d 16 Juli 1989, asal Brunai Darussalam. 
8. Rusli Noor, masa jabatan 17 Juli 1989 s.d 1 Januari 1993, asal Indonesia
9. Dato Ajit Singh, masa jabatan 1 Januari 1993 s.d 31 Desember 1997, asal Malaysia
10. Rodolfo C. Severino Jr, masa jabatan 1 Januari 1998 s.d 31 Desember 2002, asal Fhiliphina
11. Ong Keng Young, masa jabatan 1 Januari 2003 s.d 31 Desember 2017, asal Singapura
12. Surin Pitsuwan, masa jabatan, 1 Januari 2008 s.d 31 Desember 2012, asal Thailand
13. Le Luong Minh, masa jabatan, 1 Januari 2013 sd. Sekarang, asal Vietnam

Peranan Indonesia di Asia Tenggara

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan memegang peranan penting dalam hal menjaga perdamaian dan kemajuan di Asia Tenggara. Peran aktif yang dilakukan oleh Indonesia sangat dirasakan manfaatnya oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya dan negara-negara di belahan dunia lainnya. Apa saja peran aktif yang telah dilakukan oleh Indonesia terutama di lingkungan negara-negara kawasan Asia Tenggara? Berikut ini beberapa contoh peran aktif tersebut.
1. Indonesia menjadi salah satu negara yang memprakarsai berdirinya ASEAN. Indonesia melalui Menteri Luar Negerinya yaitu Adam Malik menjadi salah satu negara yang menandatangani deklarasi pendirian ASEAN yang kita kenal dengan Deklarasi Bangkok.
2. Indonesia berperan aktif dalam proses penciptaan dan pemeliharaan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Dalam hal ini Indonesia memberikan peranannya ketika membantu proses pemulihan perdamaian di Kamboja. 3. Indonesia menjadi pusat kesekretariatan ASEAN di mana gedung sekretariat ASEAN berkedudukan di Jakarta. Selain itu, Indonesia pernah menempatkan tiga orang warga negaranya untuk menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN, yaitu H.R Darsono (1977-1978), Umarjadi Nyotowijono (1978-1979) dan Rusli Noor (1989-1992).



Subscribe to receive free email updates: