Dakwah Nabi Muhammad Pada Awal Islam

Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi

Pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 yang Artinya :
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya  (Al-Alaq/96:1-5)

Ketika itu Nabi Muhammad sedang bekhalwat (menyendiri) di Gua Hira. Pada saat menerima wahyu yang pertama, beliau merasa ketakutan dan badanya menggigil, karena malaikat Jibril menyampaikan wahyu dengan wujud aslinya. Setelah pulang, “dengan bibir gemetar dan bibir menggigil penuh rasa takut Nabi menceritakan kepada istrinya dan sedikit demi sedikit ketakutan itu berkurang ketika istri tercintanya Siti Khadijah memberi pengertian dan menghiburnya. Nabi menerima wahyu pertama belum ada perintah untuk berda’wah.

Setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang kedua yaitu surat Al- Mudatsir  ayat 1 – 7 beliau baru mulai berdakwah. Yang artinya : ”Hai orang-orang yang berselimut,bangunlah,lalu berilah peringatan ! Dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa(menyembah berhala) tinggalkanlah,dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak.Dan untuk memenuhi perintah Tuhanmu,bersabarlah.”(Q.S Al Muddassir / 74 : 1-7)

Pada tahap awal ini nabi berdakwah dengan cara diam-diam atau sembunyi-sembunyi baru sebatas  pada keluarga dan para sahabatnya.hal ini dilakukan karena ajakan Nabi Muhammad masih baru dan asing bagi suku Quraisy juga karena Nabi Muhammad Khawatir kegiatan beliau itu diketahui oleh pembesar-pembesar Quraisy dan langsung menentang. Nabi Muhammad SAW membina pengikutnya dengan sabar dan Ikhlas. Semua dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT.pada awal da’wah ini Nabi Muhammad menggunakan rumah Arqam bin Abil Arqam.
Nabi Muhammad SAW dalam membina umat secara sembunyi-sembunyi berlansung selam kurang lebih tiga tahun.

Orang-orang yang bersedia menerima ajaran islam pada dawah secara sembunyi-sembunyi adalah :

a. Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad SAW
b. Ali bin Abi Thalib, saudara sepupu Nabi Muhammad SAW
c. Abu Bakar, sahabat karib  Nabi Muhammad SAW
d. Usman bin Affan, sahabat Abu Bakar
e. Zubair bin Awwam, sahabat Abu Bakar
f. Abdurrahman bin Auf, sahabat Abu Bakar
g. Sa’ad bin Abi Waqqas, sahabat Abu Bakar
h. Talhah bin Ubaidillah, sahabat Abu Bakar
i. Abu Ubaidah bin Jarrah, sahabat Abu Bakar
j. Arqam bin Abil Arqam, sahabat Abu Bakar
k. Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi Muhammad
l. Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad SAW
Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut Assabiqunal awwalun.

Dakwah Nabi secara terang-terangan


Selama tiga tahun Nabi Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Kemudian turunlah wahyu yang memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan. Wahyu tersebut terdapat dalam surat Al-Hijr ayat 94. Yang artinya : Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (QS. Al-Hijr / 15 : 94)

Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan dilakukan di bukit Shofa. Dakwah yang disampaikan antara lain mengajak mereka untuk menyembah Allah dan meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu mabuk-mabukan, judi, main perempuan pada waktu mestinya mengajarkan jalan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Pada saat itu datanglah pembesar-pembesar kaum Quraisy diantaranya Abu Jahal, Abu Lahab dan abu sufyan. Diantara mereka, yang paling menentang adalah Abu Lahab. Ia mengatakan bahwa masyrakat arab akan memusuhi Nabi SAW apabila meneruskan dakwahnya. Dan akan menjadikan Nabi Muhammad tidak tenang selama hidupnya. Mereka semakin tampak menunjukan kebencianya dan melancarkan gangguan kepada Nabi serta para sahabatnya.namun demikaian Nabi dan para sahabatnya tetap bersabar.
Kaum kafir Quraisy mengira dakwah Nabi SAW akan mati dengan sendirinya. Namun, hari demi hari pengikut Nabi SAW semakin bertambah banyak. Hal itu membuat kaum kafir quraisy semakin gusar.
Sehingga Kafir Quraisy selalu membuat strategi untuk menghancurkan dakwah Nabi Muhammad. Kafir Quraisy takut jika pengikut Nabi semakin banyak, maka akan terjadi :

Persaingan berebut kekuasaan
hilangnya kasta
Takut akan hari bangkit
Hilangnya perdagangan patung
Hilangnya kebebasan mereka

Dakwah secara terbuka

Pada periode ini Islam sudah berkembang pesat, tidak hanya di wilayah Madinah saja tapi sampai ke Negara lain seperti Abessinia, Taif dan wilayah lainnya. Nabi Muhammad menyampaikan dengan cara terbuka dimana saja dia bertemu orang baik secara individu maupun kelompok.
Bagi Nabi Muhammad sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan meskipun banyak rintangan dan ancaman.


Subscribe to receive free email updates: