Hikmah Peristiwa Fathul Makkah

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar yang tidak ada tandingannnya.. beliau bukan saja seorang perwira di medan perang tetapi juga ahli dalam strategi. Perjanjian hudaibiyyah yang sepintas terlihat sangat merugian umat islam oleh Rasulullah SAW diterima dan disetujui. Hal ini menyebabkan kaum muslimin bertanya-tanya mengapat perjanjian yang sangat merugikan umat islam itu disetujui oleh oleh Rasulullah SAW.

Dengan arif dan bijaksana  Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hal itu dilakukan karena beliau melihat ada keuntungan besar bagi pihak muslimin. Islam adalah agama cinta damai. Apabila perjanjian hudaibiyah itu benar-benar ditepati masyarakat akan aman dan tentram karena tidak ada peperangan sekurang-kurangnya selama sepuluh tahun. Dengan demikian penyiaran agama Islam dan pembinaan kaum muslimin tidak diganggu oleh kaum kafir quraisy. Apabila perjanjian itu dilanggar sendiri oleh kaum quraisy akan banyak kaum lain yang simpati dan berpihak pada islam.
Emm…kira-kira pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah Fathul makkah untuk lebih jelasnya mari kita pelajari materi berikut ini….

Mengambil Pelajaran dari Peristiwa Fathul Makkah

Ketika kaum kafir quraisy melanggar sendiri perjanjiannya, kaum quraisy tidak mendapat dukungan dari kaum-kaum yang dahulu membantunya. Dengan batalnya perjanjian hudaibiyah Rasulullah SAW memanfaatkannya untuk menaklukkan kaum kafir quraisy di kota Makkah. Maka pertolongan Allah SWT kaum muslimin menaklukan kaum kafir quraisy hampir tanpa perlawanan.

Seluruh penduduk Makkah di kumpulkannya di Masjidil Haram. Hari itu setiap penduduk Makkah mengingat apa yang telah dilakukan terhadap Rasullah SAW. Jika Rasulullah SAW menghendaki, penduduk makkah yang dalam keadaan tidak berdaya ketakutan itu dapat dengan mudah dibinasakan oleh pasukan islam. Tetapi Rasulullah SAW adalah seorang yang berjiwa besar, manusia yang agung, sabar dan pemaaf. Beliau memaafkan orang-orang yang dahulu telah menyakiti, menghina, mencaci maki, dan mengusirnya. Bahkan merencanakan akan membunuhnya sungguh, Rasulullah SAW menunjukkan akhlak yang sangat mulia. Maha besar Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi semesta alam semesta.

Kejadian diatas membuktikan bahwa Rasulullah SAW adalah seoarang yang suka memaafkan kesalahan orang lain sebesar apapun kesalahannya. Oleh karena itu kita wajib meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Diantaranya adalah :

1. Jadilah orang pemaaf sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw dalam memaafkan kaum quraisy dalam peristiwa Fathul makkah
2. Jadilah pemimpin yang arif dan bijaksana. Rasulullah SAW memerintahkan agar melindungi wanita dan anak-anak dalam penyerangan terhadap makkah dan tidak membunuh lawan yang sudah tidak berdaya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang pemimpin perang yang lembut dan penuh kasih sayang.
3. Jangan mendendam. Apabila ada orang yang menghina kita bersabarlah dan balaslah perlakuan tidak baik mereka dengan do’a kita baik-baik.
4. Berani mencegah kemungkaran dan kebatilan, sebagaimana Rasulullah SAW sangat keras dalam melarang menyembah berhala dan dalam  komandonya ketika Fathul makkah beliau menyerukan “hancurkan berhala”

Subscribe to receive free email updates: