Diklat Bedah SKL KKG MI Purbalingga

Kelompok Kerja Guru Madrasah Purbalingga (KKG-MI Kabupaten Purbalingga) baru baru ini tepatnya hari kamis, 4 Februari sampai, ahad 7 Februari bekerjasama dengan balai diklat Keagamaan Semarang mengadakan Diklat.  Diklat ini berjudul Dikat Teknis Substantif Bedah SKL Ujian Sekolah Tahun 2016. Kegiatan ini selenggarkan di MI Negeri Wirasaba kecamatan Bukateja, Purbalingga. Pada kesempatan ini kegiatan di buka oleh Kepala Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Purbalingga , H. Rochiman S.Ag, MH. 
diskusi  peserta Diklat Bedah SKL
Tujuan diklat tidak lain meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dalam proses pembelajaran dan sikap mental guru untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan standar kompetensi sebagai seorang gruru yang profesional. Peserta diklat adalah guru kelas enam madrasah ibtidaiyah se kabupaten Purbalingga. 

Dalam materi pembukaan Kankemenag Purbalingga ini membirakn pembinaan dan informasi terkait, diantaranya. Agar madrasah ibtidaiyah mampu menjawab tantangan zaman.  Madrasah Ibtidaiyah khususnya di Kabupaten Purbalingga sudah cukup mampu bersaing dengan Sekolah dasar di bawah kemendiknas. Hal ini berbeda jauh dengan situasi madrasah ibtidaiyah sepuluh tahun yang lalu. Kankemenag ini juga menambahkan bahwa Madrash ibtidaiyah harus diperkuat dalam bidang keagamaannya. Karena hal inilah yang menjadi keunggulan dari sekolah dasar pada umumnya. " Setidaknya lulusan madrasah ibtidaiyah sudah hafal juz tiga puluh" , ungkapnya, yang pada kesempatan itu menggunakan baju batik tulis khas Purbalingga.  

Selain berkenan membuka Bintek Bedah SKL ini, beliau juga mengisi materi berupa Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan. Dalam materinya, ia menjelaskan beberapa kebijakan pendidikan agama kabupaten purbalingga. Diantaranya menyampaiakan visi dan misi kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.
Dengan menggunakan slide power point,  dijelaskan bahwa visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yaitu

" Terwujudnya masyarakat Purbalingga yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan umat yang beradab mandiri dan berkepedulian berlandaskan gotong royong"

Selain itu dijelaskan pula misi dan beberapa kebijakan strategis kantor kementerian agama dalam mewujudkan madrasah ibtidaiyah semaikin terdepan.

Dalam akhir materi, Kepala kantor yang bertubuh gempal ini juga memberikan pesan kepada peserta Bintek, yaitu, memahami isi materi,  mencari kekurangan/kesalahan dan kemudian melengkapi kekurangan dengan menerjemahkan penafsiran yang sama sehingga memperkaya keilmuan dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan madrasah ibtidaiyah.

Setelah kankemenag Purbalingga turun panggung, materi berikutnya yaitu Kebijakan Diklat Teknis, yang disampaikan langsung oleh Kepala Kasubag Tata USaha balai Diklat 

Keagaman Semarang, Drs. H. Maskuri, M.Pd.  Inti penyampaian materi berkaitan dengan kebijakan tentang Bintek untuk dapat dipergunakan sebagai angka kredit guru dalam kenaikan pangkat. Beliau yang lulusan asli Madrasah ibtidaiyah juga menyampaiakan kemajuan madrasah ibtidaiyah saat ini.
Setelah diadakan kedua materi tersebut, peserta dibagi menjadi  empat kelas, yang dipandu oleh satu widyaiswara dari Balai Diklat Kementerian Agama Semarang.

Materi pada bintek bedah SKL KKG MI Purbalingga, antara lain 

Hari  Pertama
- Pendidikan Agama dan Keagamaan oleh Kepala Kantor Kementerian gama Kab. Purbalingga
- Kebijakan Diklat Teknis oleh Kepala Sub Bagian tata Usaha Balai diklat Keagamaan Semarang
- PreTes
- Konsep Standar isi dan SKL

Hari kedua
- Konsep Standar Isi dan SKL
- Pemetaan SKL US dan SI (SK dan KD)

Hari Ketiga
- Pemetaan SKL UN KD Raung Lingkup Materi

Hari Keempat
- Pengembangan Indikator soal
- evaluasi Program
- post tes
-penutupan

Dengan Diklat bedah SKL ini diharapkan guru kelas enam khususnya mampu memprediksi dan menyususn soal ujian sekolahj tingkat madrasah ibtidaiyah yang akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2016 yang akan datang.

Subscribe to receive free email updates: