Wahai Bapak Ibu Guru Bersiaplah Tunjangan Sertifikasi Anda Dicabut

guru profesional dambaan bangsa
Bersiaplah bagi guru sertifikasi tidak menerima tunjangan sertifikasi, karena mulai tahun ini pemerintah lewat Kemendikbud berencana merancang tes kompetensi guru melalui dua jalur, akademis dan non akademis. Jalur akademis dilakukan dengan UKG, Uji Kompetensi Guru. Sedangkan jalur non akademis berupa PKG, Penilaian Kinerja Guru yang akan dimodifikasi tim penilainya. Jika seorang guru tidak mampu memenuhi standar kompetensi baik akademis maupun non akademis.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Supranata mengatakan, mulai tahun ini semua guru baik yang ada di bawah Kemendikbud maupun Kemenag akan menjalani UKG.
Jika sebelumnya UKG dilaksanakan menjelang sertifikasi, maka tahun ini akan dilakukan setiap tahun. Memang dari Uji Kompetensi Guru yang sudah dilakukan hasil nilai rata rata jauh dari standar. Seperti yang sering diungkapkan juga oleh Menteri Kemendikbud dalam beberapa kesempatan, bahwa tunjangan sertifikasi modelnya tidak seperti sekarang ini. Sertifikasi guru sekarang menurut mantan Rektor Universitas Paramadina ini, kurang tepat sasaran. Bagi guru yang berkompeten dengan yang tidak tunjangan sertifikasinya sama besar jika golongan dan masa kerjanya sama.

UKG harus dilakukan secara rutin karena ada target yang harus dicapai. Di 2019 mendatang, rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin. Pertama, meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan akuntabilitas GTK; kedua, meningkatkan kualitas LPTK; dan ketiga, meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru.

Untuk pengukuran non akademis berupa Penilaian Kinerja Guru, yang sudah dua tahun sebelumnya dijalankan, namun mulai tahun ini tim penilai bukan kepala sekolah atau atasannya sendiri. Penilai bisa jadi dari unsur luar sekolah, misal dari komite, wali murid, atau juga siswa. Cara ini dilakukan agar penilaian kinerja guru objektif.

Pranata menjelaskan, pihaknya sedang melakukan riviu terhadap mekanisme penilaian terasebut. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi. Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut, kata Pranata bersifat subjektif. Untuk itu diperlukan pihak luar yang juga ikut menilai. 

Menurut Pranata Sekarang ini disinyalir kompetensi guru memble tapi kinerjanya bagus. Kinerjanya baik atau baik sekali, Karena dinilai oleh atasannya langsung, yang bersifat subjektif.

Apakah dengan tes akademis Ujian Kompetensi Guru setiap tahun dan juga model penilaian kinerja guru akan mengarah apa yang sering disampaikan Menteri Anies Baswedan,  Bagi yang nilai kompetensinya tinggi tunjangan sertifikasinya juga tinggi, dan sebaliknya. Betul ini namanya adil, bukan? Sekarang Bagaimana menurut Bapak/Ibu guru!..

Subscribe to receive free email updates: