Dalam Waktu dekat Guru Honorer Kemenag Berstatus CPNS

Dari laman resmi Kemenag, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, pada selasa 28 Oktober 2014 menggelar jumpa pers untuk pertama kali sebagai menteri agama dalam Kabinet Kerja dibawah Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut, Putra dari Menteri Agama Zaefuddin Zuhri pada masa tahun 1960 an, menginformasikan beberapa program Kementerian Agama dalam waktu dekat ini. Salah satunya adalah penyelesaian proses pengangkatan tenaga honorer di Kementerian Agama Republik Indonesia yang beliau pimpin. 

"Dalam waktu dekat, terkait dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kemenag, dan juga agar lebih punya status jelas, tidak kurang 16.368 tenaga honorer di lingkungan Kemenag, akan kita kukuhkan jadi CPNS,” Tegas Menteri Agama ini

Selain pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS dalam kesempatan tersebut ia juga merespon program impassing yang sampai saat ini belum jelas statusnya. Kementerian Agama akan segera menyelesaikan proses inpassing atau penyetaraan guru-guru non PNS  agar  bisa mendapatkan tunjangan, baik tunjungan fungsional maupun profesi yang setara dengan guru-guru PNS. “Sekitar 158 ribu guru non PNS yang selama ini mengabdi dan mendharmabhaktikan ilmu dan pengetahuannya di lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag, dalam waktu dekat akan disetarakan tunjangannnya, baik fungsional maupun  profesi, sama dengan rekan-rekan mereka yang PNS,” lanjut menteri Agama menjelaskan.

Kepada pers, LHS juga menegaskan kembali bahwa Kemenag  mempunyai latar belakang yang panjang dalam sejarah republik ini dan menempati posisi strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai kementerian yang menyandang label agama, LHS mengatakan bahwa Kemenag bertanggung jawab menjadikan nilai-nilai agama yang universal sebagai perekat persatuan bangsa.

Kemenag menyandang nama agama. Para pendiri bangsa kita berharap, melalui agama, NKRI tetap terjaga keutuhan dan kesatuannya. Nilai-nilai agama yang universal, harus mampu menjaga, mengelola dan memelihara dengan baik persatuan kita, di tengah-tengah kemajemukan dan keragaman kita sebagai sebuah bangsa yang sangat besar,” katanya. 

“Agama harus mampu menjadi factor yang menjaga keutuhan kita. Agama adalah sebuah unsur mutlak dalam membangun karakter dan kebangsaan kita,” tambahnya.

Tentu informasi ini merupakan harapan dari ribuan guru khususnya yang mengabdikan diri di madrasah-madrasah dibawah Kementerian Agama. 

Kita berharap program dari Bapak Menteri ini segera terlaksana. Amiin...

Subscribe to receive free email updates: